Teknik Penulisan Berita
TEKNIK YANG DIGUNAKAN DALAM PENULISAN
BERITA YANG BENAR
Setiap hari
di media online maupun di koran sangat banyak berita yang beredar
mengenai kejadian maupun peristiwa yang baru saja terjadi yang diangkat oleh
wartawan media. Berita yang diterbitkan tidak boleh sembarangan dan harus layak
dikonsumsi oleh masyarakat, maka dari itu terdapat beberapa teknik dan
keterampilan untuk menulis berita yang akan diterbitkan agar tidak terjadi
kesalahan.
Nilai Berita (New Values) Agar
Berita Layak Diangkat
Sebelum
membahas mengenai teknik dalam penulisan berita, hendaknya terlebih dahulu
mempelajari seperti apa berita yang layak diangkat atau dimuat dan diterbitkan
untuk dikonsumsi masyarakat. ada beberapa nilai berita (new values) yang
harus dipenuhi oleh peristiwa atau kejadian tersebut. Bisa dikatakan, hanya
beberapa peristiwa, kejadian, ide ataupun hal lainnya yang sudah memenuhi nilai
berita saja yang layak diangkat menjadi sebuah berita yang bisa dikonsumsi
masyarakat. Dalam hal ini, terdapat 10 nilai berita (new values) diantaranya
yaitu:
1. Penting (significance):
dilihat dari seberapa penting peristiwa atau kejadian tersebut bagi masyarakat
luas dan seberapa penting kejadian atau peristiwa maupun ide tersebut diketahui
oleh masyarakat.
2. Pengaruh (magnitude):
dilihat dari seberapa besar pengaruh kejadian atau peristiwa maupun ide
tersebut kepada masyarakat.
3. Actual atau
baru (timeless): peristiwa atau kejadian yang baru saja terjadi.
4. Kedekatan (proximity):
kedekatan peristiwa atau kejadian kepada khalayak luas baik secara fisik,
emosional dan geografis.
5. Human
interest: dilihat dari kejadian atau peristiwa yang menyentuh perasaan dan
emosional manusia.
6. Terkemuka (prominence):
ketenaran dari tokoh atau seseorang yang membuatnya menjadi sumber berita.
7. Keanehan
atau keganjilan (unusualness): kejadian mengenai keanehan yang terjadi
maupun ketidaklaziman yang cenderung membuat masyarakat luas penasaran.
8. Seks (sex):
kejadian atau peristiwa mengenai seks akan membuat masyarakat luas menjadi
tertarik untuk melihat berita dikarenakan seks sendiri berkaitan dengan
kebutuhan dasar dan fitrah manusia.
9. Konflik (conflict):
peristiwa atau kejadian yang tegang antar sesama manusia, kericuhan, peperangan
dan yang paling disorot biasanya adalah konflik artis, politik dan konflik
lainnya.
10. Dampak (impact):
dilihat dari seberapa banyak dan seberapa luas masyarakat yang terkena dampak
dari suatu peristiwa atau kejadian yang terjadi.
Dalam jurnal
yang berjudul “Journalist’ and Public Relations Practitioners’ News Values:
Perceptions and Cross-Perceptions” yang ditulis oleh Sallot, Steinfatt, dan
Salwen, dikatakan bahwa nilai berita menurut mereka yaitu:
1. Factual
accuracy (ketepatan
dari sebuah fakta)
2. Interest to
readers (menarik
untuk dibaca)
3. Usefulness
to readers (memiliki
kegunaan untuk dibaca)
4. Completeness
(lengkap
atau kelengkapan)
5. Prompt,
timely publications (tepat, publikasi tetap pada waktu yang sudah ditentukan atau tepat
waktu)
6. Depict
subject in favorable light (memaparkan permasalahan dengan baik dan ringan dipahami)
7. Mechanical
or grammatical accuracy (mekanisme atau sesuatu dengan tata Bahasa yang tepat)
8. Fairness to
different views (adil atas adanya pandangan yang berbeda).
Teknik Penulisan Berita
Dalam
penulisan berita, terdapat teknik yang digunakan dalam penulisan yang berguna
agar berita yang dipublikasikan merupakan berita yang berdasarkan fakta dan
bukan hanya opini saja. Dalam penulisan berita, seorang penulis berita juga
harus memahami dan menaati apa yang dinamakan dengan kode etik jurnalistik agar
beritanya tidak sembarangan, baik dari segi isi maupun subtansi. Maka dari itu,
ada beberapa teknik penulisan berita yaitu:
1. Penulisan
judul berita.
Dalam menulis judul berita hendaknya
menggunakan kalimat yang aktif yang terdiri dari Subjek + Predikat + Objek
(SPO), ringkas, padat dan menggambarkan isi dari pemberitaan. Karena judul
menjadi bagian paling awal dan menjadi bagian yang paling utama dilihat oleh
masyarakat, maka hendaknya memakai font yang besar dan umumnya, judul
menjadi kalimat dengan font paling besar diantara kalimat-kalimat lainnya dalam
berita. Judul juga menjadi penentu apakah berita tersebut menarik untuk dibaca
atau tidak, maka dari itu hendaknya menggunakan judul yang menarik agar
masyarakat tertarik untuk membaca berita. Dalam merangkai kata untuk judul yang
akan digunakan, hendaknya menggunakan kalimat yang mudah dipahami oleh pembaca,
karena pada umumnya, masyarakat jika membaca judul berita hanya sekilas saja.
Dalam penulisan judul berita juga hendaknya tidak memiliki makna ganda dan
hindari membuat judul dengan kalimat tanya. Dalam penulisan judul juga
hendaknya menghindari kata-kata yang kurang popular dan hendaknya judul memakai
kata-kata yang tenang atau tidak heboh.
2. Penulisan
teras (lead) berita.
Pada Karya Penulisan Wartawan XIII PWI yang
diselenggarakan pada tahun 2010, telah disepakati 10 pedoman penulisan teras
berita yaitu:
a. Teras berita
terletak pada alenia pertama atau bagian awal dari berita setelah judul dan
teras berita harus mencerminkan pokok penting atau sari berita dari berita yang
diangkat.
b. Jika
mengikuti kaidah Bahasa Indonesia, umumnya teras berita terdiri dari 30-45
perkataan, tetapi jika teras berita berisi lebih sedikit dari yang sudah
ditetapkan dalam kaidah Bahasa Indonesia, tentu itu lebih baik.
c. Teras berita
ditulis singkat agar tidak mubazir kata-kata, lebih mudah dipahami dan
dimengerti, serta tidak langsung memuat unsur 5W+1H secara sekaligus.
d. Teras berita
berfungsi sebaga pelengkap keterangan.
e. Lebih baik
teras berita menggunakan unsur apa (what).
f. Jika menggunakan unsur siapa (who)
maka selalu lebih menarik perhatian masyarakat yang membaca.
g. Kata
“bilamana” sangat jarang digunakan dalam teras berita.
h. Dalam teras
berita, hendaknya dimulai dengan unsur tempat terlebih dahulu, kemudian disusul
dengan unsur waktu.
i. Sedangkan unsur bagaimana (how) dan
unsur mengapa (why) lebih baik diletakkan pada badan berita.
j. Kutipan pernyataan seseorang dapat
diletakkan pada awalan teras berita, asalkan kutipan tersebut bukan kutipan kalimat
yang panjang.
Menurut Abdul Chaer dalam bukunya yang berjudul “Bahasa Jurnalistik”,
teras berita memiliki fungsi yang sama pada musik yaitu sebagai intro atau
biasa disebut sebagai teaser yang bertujuan untuk menggoda pembaca agar
lebih tertarik untuk terus menerus membaca berita yang disajikan. Teras berita
berfungsi sangat penting karena menjadi daya tarik bagi masyarakat yang
membaca. Teras berita bisa terdiri dari kalimat belaka atau juga paragraf yang
berisi beberapa kalimat. Agar kalimat di teras berita menarik, hendaknya
ditulis dengan kalimat yang pendek.
Menurut Inung Cahya S. dalam bukunya yang berjudul “Menulis Berita di
Media Massa” dikatakan bahwa unsur yang harus ada dalam teras berita yaitu
atraktif (mampu membangkitkan dan menaikkan minat baca masyarakat terhadap
pemberitaan atau topik yang disajikan), korektif (kalimat pada paragraf pertama
haruslah menjadi jalan pembuka untuk kalimat pada paragraf selanjutnya),
introduktif (dapat mengenalkan pokok persoalan sehingga masyarakat yang membaca
dapat mengenali dengan mudah) dan kredibilitas.
3. Penulisan
Isi berita.
Isi atau tubuh berita menjadi bagian yang
lebih dikembangkan lagi dari teras berita. Tubuh berita menjadi bagian yang
menjelaskan lebih rinci pokok dari berita yang diangkat. Tubuh berita memuat
unsur 5W+1H tetapi tidak seterusnya dipakai, beberapa ada yang sesekali dipakai
seperti what (apa) dan when (kapan atau waktu). Jika menulis
teras berita dengan benar, maka akan lebih mudah dalam membuat isi berita. isi
berita menjelaskan latar belakang, penyebab kejadian, kronologi peristiwa, dan
rincian-rincian dari peristiwa yang terjadi dan disajikan secara lengkap. Fakta
yang diungkap merupakan jawaban dari pertanyaan pokok jurnalistik yaitu 5W+1H
dan jawabannya haruslah dijelaskan secara rinci dan bertahap. 5W+1H sendiri
meliputi:
a. What (apa): dalam berita hendaknya menyebutkan
apa yang menjadi permasalahan atau peristiwa yang terjadi.
b. Who (siapa): dalam berita, hendaknya
dijelaskan siapa yang menjadi tersangka ataupun siapa yang menjadi korban. Bisa
dikatan siapa yang menjadi tokoh atau yang terlibat dalam pemberitaan yang
terjadi.
c. Where (dimana): menjelaskan tempat kejadian
sebuah peristiwa yang akan dijadikan berita.
d. When (kapan): menjelaskan waktu terjadinya
sebuat peristiwa yang terjadi.
e. Why (kenapa): menjelaskan asal-usul terjadinya
sebuah peristiwa dan memaparkan baik alasan, tujuan dan latar belakang dari
peristiwa yang akan dijadikan berita.
f. How (bagaimana): menjelaskan secara jelas
bagaimana suatu peristiwa bisa terjadi agar pembaca dapat memahami apa yang
sedang terjadi.
Penulisan Berita yang Efisien.
Dalam
kepenulisan berita, hindari kata-kata yang memiliki pengertian sama dan
cenderung double. Hendaknya menghindari kata-kata yang tidak penting dan
mubazir yang awalnya bertujuan agar berita yang ditulis menjadi indah, malah
membuat berita sulit untuk dipahami oleh pembaca. Penulisan berita hendaknya
menggunakan kata-kata yang ringkas agar lebih mudah dipahami. Kata-kata yang
berlebihan atau mubazir tersebut jika dihilangkan maka tidak akan merubah makna
dari kalimat yang disampaikan. Oleh karena itu, lebih baik kata-kata yang
mubazir dihilangkan. Menurut Harahap Arifin dalam bukunya yang berjudul “Manajemen
Pemberitaan dan Jurnalistik TV” dijelaskan bahwa terdapat 10 kata-kata mubazir yang
sering muncul dalam penulisan berita, yaitu:
1. Adalah
2. Bahwa
3. Dari
4. Oleh
5. Untuk
6. Telah
7. Yang
8. Maka
9. Akan
10. Penulisan
hari, tanggal, bulan dan tahun.
Referensi:
Abrar, Ana Nadhya. Menatap Masa Depan
Jurnalisme Indonesia. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2019.
Al Fitri. 2016. “Teknik Sederhana Menulis
Berita di Website.” https://www.pa-sukadana.go.id/artikel-makalah/212-teknik-sederhana-menulis-berita-online-oleh-al-fitri-s-ag-sh-mhi.html (diakses pada 2 januari 2022)
Anwar, rosihan. Bahasa Jurnalistik dan
Komposisi. Jakarta: Pradnya paramita, 1984
Bangun, Erik Persadanta dan Ferry V.I. A
Kaogouw. “Analisis Isi Unsur Kelengkapan Berita pada Media Online
Manadopostonline.com.” 2019
Budiman, Arief. 2008. “Teknik Pencarian dan
Penulisan Berita Pada Program Berita Kebumen di Ratih TV Kebumen.” Skripsi.
Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
Chaer, Abdul. Bahasa Jurnalistik. Jakarta:
Rineka Cipta, 2010.
Chasanah, Nur Khuswatun, dkk. “Keterampilan
Wartawan dalam Penulisan Teras Berita pada Koran Radar Madiun.” Jurnal
Widyabastra 02. no. 1. (Juni 2014)
Edukasinfo.com. 2021. “Cara Mudah menulis
Artikel Berita Sesuai Kaidah Jurnalistik.” https://www.edukasinfo.com/2021/10/cara-mudah-menulis-artikel-berita.html (diakses pada 1 januari 2022)
Fajar Pendidikan. 2021. “Tertarik Jadi
Jurnalis Cyber? Ini Teknik Menulis Berita di Media Online.” https://www.fajarpendidikan.co.id/tertarik-jadi-jurnalis-siber-ini-teknik-menulis-berita-di-media-online/ (diakses pada 2 januari 2022)
Harahap, Arifin. Manajemen Pemberitaan
dan Jurnalistik TV. Jakarta: PT. Indeks, 2018
Harahap, Arifin S. “Teknik Menulis yang
Efisien dan Efektif di Media Online.” Jurnal Abdimas 5. no. 3. (Maret
2019)
Ishwara, Luwi. Jurnalisme Dasar.
Jakarta: Buku Kompas, 2011
Juwito. “Menulis Berita dan Feature’s.”
Surabaya: Unesa University press, 2008
LPM Ara Aita. Modul Diklat Jurnalistik
Dasar. Surabaya: 2021
Pakarkomunikasi.com. 2021. “Teknik
Penulisan Berita yang Benar Lengkap.” https://pakarkomunikasi.com/teknik-penulisan-berita (diakses pada 1 januari 2022)
Romeltea. 2017. “10 Nilai Berita dan
Contohnya.” https://romeltea.com/10-nilai-berita-news-values/ (diakses pada 2 januari 2022).
S. Inung Cahya. Menulis Berita di Media
Massa. Yogyakarta: PT. Citra Aji Parama, 2012.
Universitas Jurnalistik. “Langkah-langkah
Dasar Menulis Berita Bagi Pemula.” https://www.universitasjurnalistik.com/2018/07/langkah-langkah-dasar-menulis-berita.html (diakses pada 2 januari 2022)
Comments
Post a Comment