Perubahan Sosial (Social Change)


A.    Perubahan Sosial

Perubahan sosial pada dasarnya adalah perubahan yang terjadi dalam dan pola hubungan dalam suatu masyarakat. Sedangkan, pola hubungan terbentuk melalui interaksi atau komunikasi. jika terjadi perubahan dalam masyarakat, berarti terjadi perubahan pula dalam komunikasi. Komunikasi sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi adanya perubahan, dalam hal ini media massa menjadi salah satu faktor yang berperan penting dalam merubah cara pandang atau pola berpikir masyarakat.

Perubahan sosial dapat diartikan dengan proses perubahan dalam berbagai aspek sosial dan pada kehidupan masyarakat yang terjadi dalam kurun waktu tertentu. Perubahan aspek dalam kehidupan masyarakat yaitu perubahan dalam nilai dan norma sosial, perubahan pada proses sosial, pola perilaku sosial, gaya hidup dan kelembagaan sosial. Perubahan sosial secara umum dapat diartikan dengan suatu proses pergeseran atau berubahnya tatanan atau struktur didalam masyarakat yang meliputi pola pikir, sikap serta kehidupan sosialnya untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Menurut Kingsley David, perubahan sosial adalah adalah perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Sedangkan menurut Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk sikap, pola perilaku diantara pola di masyarakat.

B.     Teori-Teori Perubahan Sosial.

1.      Teori evolusi.

Teori evolusi memperlihatkan bahwa semua masyarakat dalam semua sisi kehidupan sosial berkembang melalui tahapan-tahapan yang sama dari sederhana menuju ke tahapan yang kompleks (modern). Dalam teori evolusi ni dapat dilihat terjadinya transformasi masyarakat mulai dari masyarakat tradisional hingga masyarakat modern. Menurut Alex Inkeles seorang ahli sosiologi asal Amerika, teori evolusi digolongkan atau dikategorikan sebagai berikut :

a.       Unlinear theories of evolution : teori ini menganggap masyarakat berkembang dari masyarakat yang sebelumnya sederhana, kompleks hingga sampai pada tahap yang sempurna. Teori ini berpendapat bahwa tahap-tahap perkembangan menyerupai lingkaran dimana tahapan tersebut dapat berulang-ulang.

b.      Universal theories of evolution : teori ini mengemukakan bahwa perubahan merupakan hal yang sudah berada ada garisnya (linear). Sehingga perubahan akan maju ke depan dan tidak akan berulang-ulang.

c.       Multilinear theories of evolution : teori ini lebih menekankan pada penelitian tahap-tahap perkembangan evolusi masyarakat. Misalnya, dari masyarakat yang awalnya berburu menjadi masyarakat yang bertani, dan masyarakat yang bertani menjadi masyarakat yang berindustri.

2.      Teori konflik.

Teori konflik merupakan salah satu penyebab terjadinya perubahan sosial. Konflik terjadi karena adanya pertentangan antara kelas sosial, dimana kelompok yang kuat akan lebih mendominasi kelompok yang lemah. Konflik dianggap hal yang mutlak dalam masyarakat dan dianggap sebagai pemicu terjadinya perubahan sosial. Teori ini melihat masyarakat dalam dua kelompok atau kelas yang saling berkonflik yaitu kelas Borjuis dan kelas Proletar. Kedua kelompok sosial dalam masyarakat ini dianggap sebagai majikan dan pembantu. Dengan kepemilikan harta dan hak atas hidup yang lebih banyak oleh kaum Borjuis dan minimnya kaum Proletar akan memicu terjadinya konflik dalam masyarakat sehingga terjadi revolusi sosial yang berakibat pada terjadinya perubahan sosial.

3.      Teori siklus.

Teori ini beranggapan bahwa perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat itu tidak direncanakan atau diarahkan. Teori siklus ini membentuk pola yang berulang.

C.    Teori Klasik dan Modern.

Menurut pandangan tokoh teori sosiologi klasik tentang perubahan sosial dan akan menjelaskan fenomena perubahan sosial sebagai berikut :

1.      August Comte : dalam menjelaskan fenomena perubahan sosial. Comte melihat pada proses evolusi yang merupakan proses perubahan secara bertahap, dari daya pemikiran masyarakat itu sendiri yang disebut dengan “evolusi intelektual”. Menurut Comte, dalam kehidupan masyarakat banyak unsur kehidupan yang mengalami perubahan secara evolusi. Diantara unsur tersebut harus memiliki pengaruh yang lebih besar agar dapat mendorong terjadinya perubahan sosial. Pengaruh terbesarnya adalah evolusi intelektual atau perubahan secara bertahap dalam cara dan kekuatan berpikir.

2.      Karl Marx :  menurut Karl Marx kehidupan individu dan masyarakat itu dirasakan pada aspek ekonomi. Menurutnya, perubahan dalam infrastuktur ekonomi masyarakat merupakan pendorong utama terhadap perubahan sosial. Infrastuktur yang dimaksud adalah hubungan-hubungan produksi. Perubahan dalam infrastuktur ekonomi ini akan mendorong perubahan dalam suprastuktur yaitu terdiri dari kelembagaan sosial masyarakat secara keseluruhan seperti hukum, politik dan Lembaga keagamaan. Perubahan ekonomi merupakan pondasi yang menimbulkan perubahan dalam sistem sosial.

3.      Emile Durkheim : pandangan Durkheim tentang perubahan sosial dapat dilihat dari uraian mengenai proses pergeseran masyarakat dari ikatan solidaritas mekanistis ke ikatan solidaritas organistik. Ikatan solidaritas mekanistis terdapat dalam masyarakat yang masih tradisional, sementara ikatan solidaritas organik terdapat dalam masyaraat modern. Dengan bertambahnya penduduk dan kebutuhan hidup serta kebutuhan kelembagaan semaki meluas, maka perkembangan ini menuntut adanya diferensasi (pembedaan) dalam pembagian kerja dalam masyarakat. Durkheim menjelaskan bahwa semakin berkembangnya pembagian kerja, maka semakin berkembang pula semangat individualisme. Dengan begitu, kesadaran kolektif akan tergerus dan ikatan solidaritas masyarakat tidak lagi bersifat mekanistis.   

Solidaritas organik tumbuh karena adanya saling ketergantungan antar masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Dengan tercapainya ketergantungan, maka dikenal dengan konsep solodaritas organik, dengan pergeseran dari kesadaran kolektif yang diikat oleh solidaritas mekanik ke solidaritas sosial yang diikat oleh solidaritas organik yang lebih rasional. Dalam kondisi ini, telah terjadi proses perubahan sosial.

4.      Max Weber : menurutnya, suatu dapat disebut masyarakat kapitalis apabila masyarakat bercita-cita mendapatkan keuntungan atau kekayaan. Dalam hal ini dianggap sebagai sesuatu yang bersifat etis dan rasional. Dalam hal ini, weber menguraikan terjadinya perubahan nilai sosial di kalangan masyarakat secara tradisionalis menganut paham katolokisme yang berabad-abad pertengahan orientasinya cenderung menjauhkan masyarakat dari usaha untuk mengubah kondisi ekonomi. Perubahan nilai terjadi ketika muncul etika protestan yang bertentangan dengan katolikisme. menurut Max Weber, etika protestan yang menentang tradisionalisme itu adalah persoalan siklus dosa dan penyesalan.  Menurut etika protestan, orang yang mampu menguasai dirinya serta menetapkan tujuannya adalah mereka yang bersikap dan bertindak secara sistematis dan metodologis.

Teori sosiologi modern akan lebih memusatkan analisisnya pada aliran sosiologi. Pergeseran dari ahli teori secara individual kedalam aliran sosiologi menunjukkan bahwa sosiologi mengalami perubahan. Bernard Baho dalam buku teori sosiologi modern menjelaskan teori sosiologi modern sebagai berikut :

1.      Teori fungsionalisme struktural.

Teori Fungsionalisme Struktural memandang masyarakat sebagai satu sistem yang terdiri atas bagian-bagian saling berhubungan satu sama lain. Dalam teori ini, jika salah satu bagian menjadi tidak berfungsi tanpa adanya hubungan dengan bagian lain.perubahan pada salah satu bagian akan menimbulkan ketidakseimbangan yang berpengaruh menciptakan perubahan di bagian lain.

2.      Teori konflik.

Teori konflik memandang masyarakat sebagai satu sistem sosial yang terdiri dari bagian-bagian yang memiliki kepentingan berbeda-beda. Satu komponen akan berusaha menaklukkan komponen lain demi memenuhi kepentingan atau mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

D.    Bentuk Perubahan Sosial.

1.      Bentuk perubahan sosial berdasarkan prosesnya. Dalam perubahan sosial berdasarkan proses ini terdapat dua bentuk yaitu :

a.       Perubahan yang direncanakan (planned-change) : perubahan yang direncanakan merupakan perubahan yang terorganisir dengan baik. Perubahan ini dilakukan oleh pihak yang menginginkan perubahan. Pihak yang menginginkan perubahan merencanakan terlebih dahulu agar terwujud perubahan dalam masyarakat. Perubahan yang akan dilakukan biasanya diawali dengan perencanaan sosial. Misalnya perubahan yang direncanakan adalah menggunakan e-book sebagai pengganti dari buku berbentuk fisik.

b.      Perubahan yang tidak direncanakan (unplanned-change) : perubahan yang terjadi di dalam masyarakat tidak direncanakan atau diluar rencana. Perubahan ini dapat menimbulkan dampak yang akan merugikan masyarakat. Ada beberapa yang menyebut perubahan yang tidak direncanakan ini sebagai perubahan alami dan perubahan yang sifatnya tiba-tiba. Misalnya kemunculan internet yang diharapkan dapat memudahkan manusia untuk menyampaikan informasi tetapi disalahgunakan oleh beberapa pihak untuk kegiatan yang negatif.

2.      Bentuk perubahan sosial berdasarkan waktunya. Berdasarkan sudut pandang waktu, perubahan sosial dapat dibedakan sebagai berikut :

a.       Perubahan secara cepat (revolusi) : perubahan ini terjadi dalam waktu singkat dan cepat. Perubahan dikatakan revolusi apabila ada keinginan umum dalam mayarakat, ada pemimpin, ada tujuan yang ingin dicapai bersama dan ada momentum (waktu yang tepat).

b.      Perubahan secara lambat (evolusi) : evolusi merupakan perubahan yang berlangsung lama dan sering tanpa perencanaan. Perubahan ini timbul dengan penyesuaian panjang yang dilakukan masyarakat secara bertahap secara alami tanpa perencanaan, sehingga perubahan ini berlangsung lama.

3.      Bentuk perubahan sosial berdasarkan dampaknya. Dalam perubahan sosial berdasarkan dampaknya ini dapat dibedakan menjadi dua yaitu :

a.       Perubahan kecil : perubahan kecil merupakan perubahan sempit atau kecil yang terjadi dalam masyarakat. Perubahan ini berdampak kecil pada sebagian masyarakat dan tidak memberi pengaruh pada struktur sosial masyarakat secara luas dan keseluruhan. Misalnya perubahan pada model telepon seluler yang akan selalu berubah dari waktu ke waktu.

b.      Perubahan besar : perubahan sosial memiliki pengaruh besar terhadap struktur sosial yang ada dalam masyarakat. Perubahan ini akan berakibat langsung pada masyarakat. Misalnya adalah perkembangan modernisasi yang menyebabkan perubahan pada Lembaga keluarga. Fungsi sosialisasi dalam keluarga tidak dapat terpenuhi oleh orang tua yang disebabkan kesibukan dalam bekerja.

E.     Ciri-Ciri Perubahan Sosial.

Perubahan sosial yang terjadi di dalam masyarakat memiliki beberapa ciri yaitu :

1.      Setiap masyarakat mengalami perubahan baik perubahan yang cepat maupun lambat, sehingga tidak ada masyarakat yang berhenti perkembangannya.

2.      Perubahan yang terjadi pada suatu Lembaga kemasyarakatan akan diikuti oleh perubahan pada Lembaga-lembaga sosial lainnya.

3.      Perubahan sosial terjadi dalam bidang material (nilai yang ada wujudnya atau nilai jasmani) dan immaterial (nilai yang tidak ada wujudnya atau nilai rohani) karena keduanya memiliki hubungan timbal balik.

F.     Faktor Penyebab Terjadinya Perubahan Sosial.

Terdapat 3 aliran atau madzab yang dapat menjelaskan penyebab terjadinya perubahan sosial yaitu :

1.      Madzab materialistik (Maxtrian) : memiliki alasan bahwa perubahan sosial itu digerakkan oleh materi sehingga mampu melakukan terobosan terhadap kegiatan produksi, kegiatan ekonomi dan teknologi produksi manusia.

2.      Madzab idealistik (Platonian) : memiliki alasan bahwa perubahan sosial banyak dipengaruhi oleh adanya cara berpikir serta tata nilai dan kepercayaan.

3.      Madzab gagasan dan gerakan budaya : memiliki pandangan bahwa perubahan sosial akan terjadi selaras dengan perubahan pada nilai-nilai budaya setempat. Hal ini merupakan akibat dari faktor dari luar maupun dari dalam masyarakat itu sendiri.

Setiap perubahan yang terjadi di dalam masyarakat tentu diakibatkan oleh adanya suatu sebab-sebab yang menimbulkannya. Demikian juga dengan perubahan sosial, perubahan sosial yang terjadi di masyarakat disebabkan oleh adanya beberapa faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari masyarakat itu sendiri, sedangkan faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar masyarakat setempat. Beberapa faktor internal dari perubahan sosial yaitu :

1.      Adanya inovasi.

Inovasi sangat berpengaruh dalam perubahan sosial. Terjadinya inovasi dimulai dengan adanya penemuan baru di bidang ilmu pengetahuan. temuan baru ini dimaksudkan untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan bukan untuk pemecahan masalah dalam masyarakat.penemuan baru tersebut dikembangkan dalam masyarakat dan akan menimbulkan dampak pembaharuan atau terjadi perubahan dari kondisi sebelumnya.

2.      Adanya perubahan struktur dan jumlah penduduk.

Perubahan jumlah penduduk pada prinsipnya dipengaruhi oleh beberapa hal yaitu kelahiran, kematian dan migrasi. Perubahan jumlah penduduk tersebut akan berpengaruh pada terhadap berbagai segi kehidupan masyarakat. Perubahan penduduk juga akan berpengaruh pada struktur kemasyarakatan.selain itu, perubahan jumlah penduduk karena migrasi juga akan mengakibatkan kekosongan dalam stratifikasi sosial dan pembagian kerja. Karena beberapa hal diatas terutama migrasi membuat semakin cepat terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat.

3.      Adanya gerakan sosial baru.

Ada beberapa faktor yang mendorong timbulnya Gerakan sosial baru yaitu :

a.       Terjadinya kegagalan sosial dalam suatu institusi atau organisasi sosial kemasyarakatan.

b.      Adanya ketidakpuasan individu dalam kelompok masyarakat.

c.       Timbulnya keresahan dan kegelisahan sosial dalam masyarakat yang ditampakkan dalam pendapat umum atau opini publik.

d.      Adanya peluang untuk membentuk institusi baru atau tatanan baru yang dianggap mampu memenuhi harapan masyarakat kedepannya.

4.      Adanya konflik sosial dalam masyarakat.

Konflik sosial bisa terjadi akibat adanya perbedaan kepentingan antar kelompok dalam masyarakat baik yang bersifat konflik terbuka atau yang bersifat konflik terselubung. Konflik juga dapat terjadi karena adanya perbedaan pandangan terhadap nilai sosial budaya dalam masyarakat dan akibat adanya kesenjangan generasi.

Berikut adalah beberapa faktor eksternal penyebab dari perubahan sosial yaitu :

1.      Adanya inovasi di bidang komunikasi, informasi dan teknologi.

Siring dengan berkembangnya komunikasi, informasi dan teknologi maka proses inovasi tidak hanya terjadi secara intern saja melainkan juga ekstern. Hal seperti ini biasanya terjadi pada masyarakat maju dan terjadi pada masyarakat yang sedang berkembang.

2.      Adanya peperangan.

Peperangan akan mengakibatkan terjadinya perubahan khususnya perubahan sosial budaya. Hal itu karena pihak yang menang akan menanamkan kondisi sosial budaya mereka terhadap pihak yang kalah. Pertemuan dari kedua budaya tersebut akan mengakibatkan akulturasi budaya yang pada akhirnya akan menimbulkan kebudayaan baru dalam masyarakat.

3.      Adanya perubahan lingkungan atau ekologi.

Perubahan lingkungan terutama perubahan lingkungan fisik akan mengakibatkan terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat. Perubahan lingkungan fisik umumnya terjadi karena faktor alam seperti bencana alam. Dengan adanya bencana tersebut mengakibatkan terjadinya perubahan jumlah penduduk, yang pada akhirnya mengakibatkan terjadinya perubahan dalam pemenuhan kebutuhan pokok, perubahan struktur masyarakat, perubahan stratifikasi sosial masyarakat dan perubahan dalam sistem kekerabatan.

4.      Adanya pengaruh dari kebudayaan masyarakat lain.

Kebudayaan lain yang masuk melalui globalisasi menjadi penyebab perubahan sosial di suatu masyarakat. Pertemuan dari dua kebudayaan akan mengakibatkan terjadinya akulturasi budaya, yang pada akhirnya menyebabkan timbul kebudayaan dan peradaban baru pula.

G.  

I.       Dampak Perubahan Sosial.

Dampak dari perubahan sosial ini terdapat dampak positif dan dampak negatif. Dampak positifnya adalah :

1.      Munculnya penemuan baru yang dapat memudahkan keberlangsungan kehidupan manusia dan dapat membantu aktivitas manusia. Contohnya dengan penemuan internet, telepon, handphone dan lainnya.

2.      Munculnya nilai dan norma baru yang lebih relevan. Norma atau nilai lama yang sudah tidak relevan dapat diperbarui menjadi nilai dan norma yang lebih relevan untuk diterapkan. Contohnya adalah munculnya undang-undang informatika dan transaksi elektronik akibat adanya perkembangan teknologi.

3.      Munculnya Lembaga atau institusi baru. Seiring dengan adanya perubahan sosial muncul beberapa Lembaga yang menaungi masyarakat. Contohnya adalah International Labor Oganization yaitu merupakan Lembaga yang melindungi hak-hak buruh.

Dampak negatif dari perubahan sosial ini adalah :

1.      Perubahan yang terlalu cepat dapat menyebabkan nilai dan norma lama sudah tidak relevan tetapi nilai dan norma baru belum terbentuk. Akibatnya, orang akan menjadi kehilangan nilai untuk dipegang.

2.      Kemunduran moral. Contoh dari kemunduran moral ini adalah banyaknya berita hoaks dan dan ujaran kebencian di media sosial.

3.      Munculnya konflik sosial yang dapat menimbulkan perpecahan. Perubahan juga akan menimbulkan konflik sosial. Contohya adalah wacana perang nuklir dimana akan sangat berbahaya apabila sampai terjadi perang nuklir.

Referensi :

Goa, Lorentius. Perubahan Sosial dalam Kehidupan Bermasyarakat.

Kusumadinata, Ali Alamsyah. 2015. Pengantar Komunikasi Perubahan Sosial. Yogyakarta : Deepublish.

Maryati, Kun. 2001. Sosiologi. Penerbit Erlangga.

Marius, Jelamu Ardu. 2006. Perubahan Sosial. Jurnal Penyuluhan. Vol. 2 No. 2.

Murdiyatmoko, Janu. Sosiologi Memahami dan Mengkaji Masyarakat. PT. Grafindo Media Pratama.

Raho, Bernard. 2021. Teori Sosiologi Modern. Flores : Penerbit Ledalero

Suryono, Agus. 2019. Teori dan Strategi Perubahan Sosial. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Tualeka, M. Wahid Nur. 2017. Teori Komflik Sosiologi Klasik dan Modern. Jurnal Al-Hikmah. Vol. 3 No. 1

https://www.ruangguru.com/blog/teori-evolusi-perubahan-sosial#:~:text=Teori%20evolusi%20beranggapan%20bahwa%20perubahan,tahap%20peradaban%20yang%

https://www.studiobelajar.com/perubahan-sosial/#:~:text=Berikut%20pengertian%20perubahan%20sosial%20menurut,di%20antara%20kelompok%20di%20masyarakat.

https://tirto.id/mengenal-teori-teori-sosiologi-modern-dan-penjelasan-singkatnya-gban

Comments

Popular posts from this blog

[Jurnalistik Media Massa] Teknik Penulisan Berita

Perilaku Kolektif dan Pengelompokan Manusia