Media Sosial, Komunikasi Massa dan Media Massa

 

A.    Cara Memanfaatkan Media Sosial

Generasi C adalah orang yang senantiasa terhubung dengan internet. Generasi C tidak dibatasi oleh usia, orang-orang yang berusia dari 15-70 tahun dapat digolongkan dalam klasifikasi generasi C ini bila mereka aktif mengguakan internet setiap hari. Penggunaan huruf C ditujukan untuk mendiskripsikan beberapa karakter generasi ini yaitu connected, communicating, computerize, community oriented, content centric dan cashless.

Ada 7 cara memanfaatkan media sosial yaitu :

1.      Mempromosikan bisnis.

Generasi C usia produktif biasanya menggunakan media sosial untuk mempromosikan dagangannya. Dengan adanya media sosial ini baik bisnis online maupun offline dapat berjalan.

2.      Menyimpan portofolio.

Jika bekerja di indudtri kreatif, maka menggunakan media sosial untuk menyimpan portofolio. Menyampaikan portofolio di media sosial lebih mudah diakses dan tidak rentan kehilangan data-data pribadi yang penting.

3.      Menjalin relasi.

Menjalin relasi di media sosial tidak selalu buruk, bisa mengenla lebih banyak public figure, rekan kerja atau teman baru.

4.      Mencari referensi belanja online.

Media sosial bisa digunakan untuk mencari referensi belanja online. Tidak mengherankan jika generasi C sering scrolling media sosial untuk membeli produk.

5.      Mendapat informasi valid dan update.

Orang generasi C selalu memanfaatkan media sosial untuk mengakses informasi terkini secara real time.

6.      Memperoleh berbagai inspirasi.

Dalam media sosial banyak sekali inspirasi yang bisa didapat. Banyak referensi yang bisa digunakan.

7.      Mengabadikan momen berharga.

Generasi C yang bijak tidak memanfaatkan media sosial untuk sekedar pamer, lebih dari itu ada keinginan mengabadikan momen berharga yang bisa dikenang di masa depan.

B.     Komunikasi Massa.

Komunikasi massa adalah pesan yang disampaikan oleh komunikator dengan menggunakan media massa yang terlembaga bersifat satu arah kepada komunikan. Selama pesan itu disampaikan kepada masyarakat luas dengan menggunakan media itu berarti komunikasi massa.

Menurut George Gebner, komunikasi massa adalah mass communication is the technologically and institutionally based production and distribution of the most broadly shared continuous flow of mass industrial societies yaitu komunikasi massa adalah produksi dan distribusi berbasis teknologi dan kelembagaan dari aliran masyarakat industry massa yang paling luas dan berkelanjutan.

John Robert Bittner mengungkapkan bahwa pesan yang disampaikan melalui media massa ke massa yang banyak. Jalaluddin Rakhmat mengungkapkan bahwa komunikan yang ditujukan kepada massa yang menggunakan media elektronik khususnya televisi. Televisi digunakan karena pada tahun 1991 satu-satunya media yang digunakan untuk menyampaikan komunikasi hanya televisi.

Ciri-ciri komunikasi massa yaitu :

1.      Komunikator dalam emnyampaikan komunikasi massa atau terlembaga.

2.      Komunikan bersifat heterogen.

3.      Pesan bersifat umum, karena pesan yang disampaikan untuk masyarakat yang bersifat heterogen. Pesannya tidak akan sangat spesifik untuk satu indivudu, sifatnya umum.

4.      Bersifat satu arah dan pasti efeknya delay.

5.      Menimbulkan keserempakan.

6.      Mengandalkan alat teknis, karena komunikasi massa tidak bisa tanpa media.

7.      Controlled by gatekeeper yaitu orang yang berkewajiban untuk menentukan pesan itu boleh disampaikan pantas disampaikan atau justru sebaliknya kepada khalayak.

Gatekeeper yang bertanggungjawab penuh pada bolehnya pesan itu sampai atau tdaknya atau memang harus di blok sampai disini saja.

Menurut Wright, komunikasi massa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1.      Diarahkan pada khalayak yang relatif lebih besar, heterogen, dan anonim.

2.      Pesan-pesannya mewakili usaha banyak orang yang berbeda dan disampaikan secara terbuka.

3.      Sering dapat mencapai kebanyakan khalayak secara serentak, bersifat sekaligus.

4.      Komunikatornya cenderung berada atau bergerak dalam organisasi yang kompleks, yang melibatkan biaya besar dan bekerja lewat suatu organisasi yang rumit.

Fungsi komunikasi massa yaitu :

1.      Informasi.

2.      Hiburan.

3.      Persuasi.

4.      Transmisi.

5.      Integrasi sosial.

6.      Pengawasan.

7.      Perlawanan.

8.      Korelasi pewaris sosial.

Fungsi komunikasi yang dijelaskan oleh pakar komunikasi yaitu :

1.      Informasi

Fungsi informasi merupakan fungsi paling penting yang terdapat dalam komunikasi massa. Kompenen paling utama untuk mengetahui fungsi informasi ini adalah berita-berita yang disajikan.

2.      Fungsi pendidikan

Media massa merupakan sarana pendidikan bagi khalayak (mass education), karena banyak menyajikan hal-hal yang sifatnya mendidik. Salah satu cara mendidik yang dilakukan media massa adalah melalui pengajaran nilai, etika serta aturan-aturan yang berlaku kepada pemirsa atau pembaca. Media massa melakukannya melalui drama, cerita, diskusi, dan artikel.

3.      Fungsi Memengaruhi

Fungsi memengaruhi dari media massa terdapat pada tajuk atau editorial, features, iklan artikel, dan sebagainya. Khalayak dapat terpengaruh oleh iklan-iklan yang ditayangkan televisi maupun surat kabar.

4.      Fungsi Hiburan

Fungsi hiburan pada media elektronik menduduki posisi yang paling tinggi dibandingkan dengan fungsi-fungsi yang lain karena masyarakat kebanyakan menggunakan menggunakan televisi sebagai media hiburan. Sedangkan media cetak biasanya tidak menempatkan hiburan pada posisi teratas tetapi informasi. Namun, media cetak juga hraus member fungsi hiburan.

Komponen dalam komunikasi massa ada 7 yaitu Komunikator, Pesan, Media, Komunikan, Gatekeeper, Noise,.Feedback. Menurut Husaini, setiap proses komunikasi melibatkan sejumlah komponen yaitu komunikator (penyampai pesan), pesan (pernyataan yang didukung oleh lambang),  komunikan (penerima pesan), media (sarana atau saluran yang mendukung pesan bila komunikan jauh atau banyak), efek (dampak sebagai pengaruh dari pesan).

Efek komunikasi massa :

1.      Efek ekonomis.

2.      Efek sosial.

3.      Penjadwalan kegiatan.

4.      Perasaan terhadap jenis media yaitu jenis media yang digunakan dalam menyampaikan pesan, tentu saja akan memiliki koneksi tersendiri pada penikmatnya.

C.     Komunikasi Massa dan New Media.

Bentuk komunikasi ada 2 yaitu komunikasi massa mainstream dan new media. Komunikasi massa mainstream merupakan proses komunikasi yang menggunakan media massa yang memiliki karakteristik sebagai berikut :

1.      Komunikatornya melembaga.

2.      Pesannya bersifat umum dan universal.

3.      Saluran atau medianya berupa cetak atau elektronik.

4.      Komunikannya tersebar dimana-mana dan heterogen.

5.      Umpan baliknya tertunda.

6.      Mempunyai efek secara individu dan sosial.

New media merupakan bentuk komunikasi pengembangan dari komunikasi massa yang mainstream yang memiliki karakteristik sebagai berikut :

1.      Dengan adanya internet semua menjadi berubah dalam pemberitaan publik dan sosial.

2.      Berita cepat menyebar.

3.      Pintu dunia semakin lebar membuka.

4.      Setiap orang menjadi “wartawan” (citizen journalism).

5.      Rawan berita palsu atau hoax.

D.    Fungsi Media Massa

1.      To inform (memberikan informasi) : memberikan informasi secara objektif yang berbasis data dan fakta. Media massa memberi informasi tentang peristiwa secara apa adanya.

2.      To educate (mendidik) : media massa adaah suatu sarana, suatu media yang bisa menyebarkan nilai-nilai yang baik kepada khalayak. Media massa memiliki tanggungjawab untuk menyebarkan nilai kebaikan kepada masyarakat luas. Media massa seharusnya menyajikan program yang memberikan Pendidikan.

3.      To transform (transformasi) : media massa bisa juga disebut agen perubahan karena media adalah salah satu Lembaga yang bisa mendorong perubahan yang diharapkan menuju perubahan yang baik. Banyak sekali orang yang berubah karena dipicu oleh media.

4.      To entertain (menghibur) : ini adalah fungsi media yang sekedar mengisi ruang-ruang untuk menghibur masyarakat. Tetapi pada faktanya, fungsi ini justru yang paling dominan dalam media massa terutama televisi. Bahkan, karena seringnya menunjukkan untuk menghibur di televisi maka dunia televisi ini diset dengan dunia entertainment atau dunia hiburan.

E.     Hukum Media Massa Pengantar

Hukum adalah system aturan yang diciptakan oleh Lembaga kenegaraan yang memiliki kewenangan dalam membentuk dan memberlakukan hukum yaitu badan legislatif.

Konsep media massa mengacu pada sarana yang terorganisir untuk berkomunikasi secara terbuka dan pada lingkup yang luas terhadap khalayak didalam batas waktu tertentu. Media massa selalu berhubungan dengan komunikasi dan organisasi. Hukum media massa adalah segala hal yang berkaitan dengan pengaturan kepentingan umum berkaitan dengan aktifitas komunikasi yang diperantarai teknologi media.

Peraturan tertulis terkait edia massa dalam UUD 1945 pasal 28F yaitu : “Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia”. Aktifitas media massa sesungguhnya telah memiliki landasan dalam konstitusi terkait dengan hak setiap orang untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi.

Sejarah Undang-Undang pers :

1.      Undang-Undang pers era Soeharto : UU 11 tahun 1966 dan UU 21 tahun 1982

2.      Undang-Undang pers era reformasi : UU 40 tahun 1999

F.     Relasi Ruang Publik dan Pers Menurut Habernas

Istilah jurnalistik mengacu pada kata “de jour” dalam Bahasa prancis yang berarti kegiatan pencatatan sehari-hari. Kegiatan ini berhubungan dengan kepentingan public. Kegiatan jurnalistik kemudian dkenal dengan nama pers. Membludaknya berita dan informasi menandai zaman baru di era teknologi yang ditandai dengan adanya pos, telegram, radio, televisi maupun internet. Pers sendiri sebagai Lembaga public harus berperan aktif dalam membangun ruang publik yang sehat.

Relasi antara ruang publik dan per situ menjadi perhatian Habermas. Habermas menganalisis bagaimana perkembangan pers terjadi seiring dengan perkembangan publik. Habermas mengungkapkan gagasannya tentang ruang publik politik yakni momen yang demokratis dalam masyarakat modern sebagai focus pemandu yang utama bagi upaya teoritis filosofinya.

Ada 3 rumusan masalah yang akan dibahas, yaitu :

1.      Dasar ontology ruang publik menurut Habermas.

2.      Sejarah ruang public dan pers menurut Habermas.

3.      Konsep jurnalisme publik menurut Habermas.

Istilah publik pada awalnya memiliki pengertian keningratan yang memperlihatkan hak-hak keistimewaan yang dimiliki oleh bangsawan. Dalam pandangan hukum romawi, dengan tegas mendefinisikan publik sebagai kepentingan umum.

Habermas (1989) membagi ruang publik ke dalam dua jenis. Yang pertama ruang publik politik, dan yang kedua ruang publik sastra. Ruang publik politik bukan hanya memperlihatkan keterbukaan ruang yang dapat diakses, tetapi memperlihatkan pula bagaimana struktur sosial masyarakat yang berubah. Sementara itu dalam ruang publik sastra, kesadaran literasi masyarakat mulai meningkat sejalan dengan kemunculan penerbitan-penerbitan, diskusi masyarakat mengenai seni, estetika, maupun sastra tersebar di penjuru Eropa.

Kedua jenis ruang publik ini memiliki makna dan arti yang sama yaitu kedua ruang dapat diakses publik, adanya kesetaraan, status sosial yang dikesampingkan, tumbuhnya aktivitas kritis publik dan berkembangnya ruang publik kearah komunikasi. Dari sini muncullah kegiata jurnalistik dan pers di Eropa. Kemunculan pers ditandai dengan 2 hal yaitu kebutuhan informasi yang berkaitan dengan kepentingan perdagangan komersial dan kegiatan masyarakat dalam ruang publik sastra yang telah banyak menghasilkan terbitan.

Perkembangan ruang publik telah melahirkan kelas baru dalam masyarakat Eropa. Istilah Borjuis meluas tidak hanya sebatas mereka yang bergerak di dunia bisnis perdagangan, melainkan kelas menengah yang dating dari berbagai profesi mereka yang berkecimpung dalam ruang publik politik dan ruang publik sastra yang pada akhirnya menjadi embrio kemunculan pers.

Jurnalisme publik memiliki beragam bentuk, diantaranya bentuk pertama yaitu jurnalisme publik yang berupaya mendorong keterlibatan atau partisipasi masyarakat yang berkaitan dengan politik. Pers dalam hal ini mendorong masyarakat agar dapat terlibat dalam segala urusan publik sehingga segala keputusan atau kebijakan yang dikeluarkan pemerintah dapat dilakukan melalui proses demokrasi.

Bentuk kedua dimaknai sebagai bentuk jurnalisme publik yang menjadikan masyarakat sebagai mitra aktif baik itu dalam proses pembuatan berita maupun dalam rangka membangun kemampuan masyarakat untuk bekerjasama dalam menyelesaikan masalah atau dalam mencapai target yang masyarakat inginkan.

 

Referensi :

Abdul Halik, 2013, Komunikasi Massa, Makassar : Alaudin University Press.

Damayanti, dkk. 2012, Efektifitas Variety Show Program Keluarga Berencana Melalui Media Televisi, Jurnal Komunikasi Pembangunan, Vol.10 No.2.

Qudratullah, 2016, Peran dan Fungsi Komunikasi Massa, Jurnal Tabligh.

Yadi Supriadi, 2017, Relasi Ruang Publik dan Pers Menurut Habermas, Kajian Jurnalisme, Vol.1 No.1.

 

Comments

Popular posts from this blog

[Jurnalistik Media Massa] Teknik Penulisan Berita

Perubahan Sosial (Social Change)

Perilaku Kolektif dan Pengelompokan Manusia