1.      Pengertian Sosiologi Komunikasi

Sosiologi komunikasi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang ilmu komunikasi yang ditinjau dari segi sosiologis atau kemasyarakatan. Menurut Soerjono Soekanto, sosiologi komunikasi merupakan kekhususan sosiologi mempelajari interaksi sosial. Interaksi sosial merujuk pada suatu hubungan atau komunikasi yang menimbulkan proses saling pengaruh-mempengaruhi antara para individu, individu dengan kelompok maupun antar kelompok, juga memiliki kaitan dengan public speaking yaitu bagaimana seseorang berbicara kepada publik.

Secara komprehensif sosiologi komunikasi mempelajari tentang interaksi sosial dengan segala aspek yang berhubungan dengan interaksi tersebut seperti bagaimana interaksi (komunikasi) itu dilakukan dengan menggunakan media, bagaimana efek media sebagai akibat dari interaksi tersebut, sampai dengan bagaimana perubahan-perubahan sosial di masyarakat yang didorong oleh efek media berkembang serta konsekuensi sosial macam apa yang ditanggung masyarakat sebagai akibat dari perubahan yang didorong oleh media massa.

2.      Tokoh-Tokoh Sosiologi dan Lahirnya Sosiologi :

Dalam sosiologi komunikasi ada beberapa tokoh, yaitu Karl Marx, Emile Durkheim, Talcot Parson, Robert K. Merton, Jurgen Habermas, John Dewey.

Asal mula kajian komunikasi dalam sosiologi bermula dari akar tradisi pemikiran Karl Marx, gagasan awal pemikiran Marx tidak pernah lepas dari pemikiran Hegel. Hegel memiliki pengaruh yang kuat terhadap Karl Marx, bahkan Karl Marx saat masih muda menjadi seorang yang idealism. Karena pemikiran radikal Hegel, Karl Marx pada saat tua menjadi menjadi seorang yang materialism.

Menurut Ritzer, pemikiran Hegel yang paling utama dalam melahirkan pemikiran-pemikiran tradisonal konflik dan kritis adalah ajarannya tentang dialektika dan idealisme. Dialektika adalah cara berpikir dan citra tentang dunia. Dialektika menekankan arti penting dari proses, hubungan dinamika, konflik dan kontradiksi. Di sisi lain, dialektika adalah pandangan tentang dunia bukan tersusun dari konflik yang statis tetapi teridiri dari proses, hubungan, dinamika konflik, dan kontradiksi. Pemahaman dialektika tentang dunia semacam inilah yang kemudian melahirkan gagasan tentang komunikasi seperti yang disampaikan oleh Jurgen Habernas dengan Tindakan komunikatif (interaksi).

Pemikiran Habernas termasuk dalam pemikiran kritis. Habernas menanamkan gagasan sebagai rekonstruksi materialism historis. Habernas bertolak pemkiran dengan Marx, ia mengatakan bahwa Marx telah gagal dalam membedakan antara komponen 2 analitik yang berbeda yaitu kerja dan analitik sosial. Selama tahun 1970-an, Habernas memperbanyak studi tentang ilmu-ilmu sosial dan mulai menata ulang teori kritik sebagai teori komunikasi.

Sumbangan pemikiran juga diberikan oleh John Dewey, yang sering disebut dengan the first philosopher of communication itu dikenal hingga kini dengan filsafat pracmatic-nya, yaitu suatu keyakinan bahwa sebuah ide itu benar jika ia berfungsi dalam praktik.

Aliran pemikiran yang melahirkan paradigma dalam sosiologi komunikasi yaitu, Kajian pemikiran dan sumbangan Auguste Comte, Emile Durkheim, Talcot Parsons, dan Robert K. Merton merupakan sumbangan paradigma fungsional bagi lahirnya teori komunikasi yang beraliran struktural-fungsional. Sedangkan sumbangan pemikiran Karl Marx, Jurgen Habernas, dan John Dewey menyumbangkan paradigma konflik bagi lahirnya teori kritis yang beraliran konflik-kritis.

3.      Ranah Sosiologi Komunikasi :

a.       Teknologi telematika.

b.      Komunikasi.

c.       Proses dan interaksi sosial.

d.      Efek media massa.

e.       Budaya kosmopolitan.

f.        Individu, kelompok, masyarakat dan dunia.

4.      Ruang Lingkup Sosiologi Komunikasi.

a.       Telematika dan realitas.

Segala informasi dapat berupa telematika dan realitas yang menyangkut pada teknologi media, komunikasi hingga persoalan konfergensi yang ditimbulkan. Perkembangan objek ini sangat berpengaruh pada perkembangan media massa yang memberikan efek pada masyarakat.

b.      Efek media.

Efek media massa ini merupakan perangkat kehidupan masyarakat yang turut mengubah pola hidup masyarakat. Pada awalnya bersifat agraris lalu kemudian berubah menjadi kota. Pertumbuhan agrarisme pada masyarakat inilah yang merupakan salah satu dampak dari aktifitas masyarakat terhadap media massa yang bersifat modern dan disebut sebagai komunikasi masa.

c.       Normal sosial baru.

Dalam efek media massa ini, masyarakat akan mengalami pola hidup yang mulai bergeser. Karena dampak dari teknologi dan semakin majunya teknologi, sehingga masyarakat akan mengalami pergeseran norma-norma sosial hingga menjadi norma-norma baru yang secara tidak langsung akan berlaku.

d.      Cybercommunity.

Munculnya norma-norma baru juga membuat setiap individu ini bergerak pula, bahkan masyarakat juga akan bergeser membentuk suatu komunitas yang berteknologi atau berkomunikasi melalui media teknologi. Melalui teknologi, yang jauh semakin dekat dan yang dekat semakin jauh.

e.       Perubahan sosial dan komunikasi.

Perubahan-perubahan pada masyarakat akan semakin terasa ketika yang jauh semakin dekat, dan yang dekat semakin jauh. Masyarakat yang berdampingan pun akan terasa jauh, alias budaya tegur sapa tergantikan melalui media teknologi atau media sosial bukan secara langsung dengan tetangga.

f.        Hukum bisnis media.

Faktor perubahan sosial dan komunikasi akhirnya memunculkan hukum atau Undang-Undang IT, hal inilah sebagai contoh salah satu norma-norma baru yang muncul akibat dari efek media massa.

Itulah beberapa ruang lingkup sosiologi komunikasi secara umum. Sedangkan menurut Burhan Bungin, sosiologi komunikasi terdiri dari 4 konsep yang sekaligus menjadi ruang lingkup sosiologi komunikasi, yaitu :

a.       Sosiologi yang mempunyai hubungan antara individu sebagai makhluk sosial dengan segala aktifitas dan gejala sosial yang dapat menyebabkan adanya perubahan sosial.

b.      Masyarakat yang terdiri dari kumpulan individu dan hidup berdampingan dalam satu wilayah dan terikat oleh norma-norma yang berlaku.

c.       Komunikasi yang merupakan suatu media sebagai penyampai pesan. Dalam komunikasi sendiri, memiliki beberapa unsur diantaranya adalah komunikator sebagai penyampai infoemasi, pesan sebagai informasi, media sebagai alat informan, komunikan sebagai receiver dan efek sebagai pengaruh dari informasi tersebut.

d.      Media informasi yang merupakan alat untuk berkomunikasi. Media komunikasi ini dapat berupa online maupun cetak atau dari mulut ke mulut. Di dalam media pun juga terdapat Bahasa sebagai penyelaras informasi agar sampai ke receiver atau penerima.

Dengan mempelajari sosiologi komunikasi kita akan mengerti dan memahami sosiologi komunikasi beserta dampak-dampaknya yang memberikan perunahan-perubahan sosial atau disebut juga dengan revolusi sosial. Orang yang mempelajari sosiologi komunikasi akan mengerti dan paham sehingga tidak mengikuti arus yang buruk ketika terjadi perubahan sosial.

5.      Teori Sosiologi Komunikasi

Deddy Mulyana membagi teori sosiologi komunikasi ke dalam 3 teori :

a.       Teori perbandingan sosial.

Teori ini berasumsi bahwa dalam kehidupan kita selalu membandingkan diri kita dengan orang lain dan kelompok kita dengan kelompok lain. Hal yang diperbandingkan tersebut berupa status sosial, status ekonomi, kondisi fisik, karakter kepribadian dan sebagainya. Perbandingan ini akan melahirkan penilaian kepada diri kita sendiri dalam berhadapan dengan orang lain.

b.      Teori percakapan kelompok.

Teori ini berpendapat bahwa percakapan kelompok sangat berkaitan produktifitas kelompok atau upaya untuk mencapai melalui masukan dari anggota (member input), variabel perantara (mediating variables), dan keluaran dari kelompok (group output). Masukan atau input dari kelompok dapat berupa perilaku, interaksi dan harapan yang bersifat individual. Output kelompok adalah segala pencapaian atau prestasi yang bisa berbentuk perilaku, interaksi dan harapan yang mengarah pada produktivitas, semangat dan keterpaduan (group achievement).

c.       Teori pertukaran sosial.

Teori ini menjelaskan bahwa hubungan manusia melibatkan pertukaran jasa dan barang seperti biaya (cost) dan imbalan (reward) ketika berinteraksi satu sama lain dalam lingkup kehidupan sosial. Seseorang melakukan Tindakan sosial karena mengharap imbalan. Jika imbalan tidak cukup, maka interaksi individu atau kelompok akan diakhiri. Individu atau kelompok ketika bertindak akan selalu mempertimbangkan untung dan rugi sebelum memutuskan sesuatu yang berhubungan dengan orang lain. 

6.      Konsep Penting Dalam Sosiologi Komunikasi

a.       Community atau masyarakat.

Menurut Selo Soemardjan adalah orang-orang yang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan.

b.      Teknologi telematika.

Telematika (telekomunikasi dan informatika) lebih kepada penyebutan secara bersama-sama namun sebenarnya yang dimaksud teknologi informasi yang digunakan di media massa serta teknologi telekomunikasi yang umumnya digunakan dalam bidang komunikasi lainnya.

c.       Communication.

Komunikasi menyangkut persoalan-persoalan yang ada kaitannya dengan substansi interaksi sosial orang-orang dalam masyarakat, termasuk konten interaksi (komunikasi) yang dilakukan secara langsung maupun dengan media.

7.    Objek Keilmuan

a.       Materiil = manusia

b.      Formal = telematika dan realitasnya, efek media dan norma sosial baru, perubahan sosial dan komunikasi, masalah sosial dan media massa, cybercommunity, aspek hukum dan bisnis media.

Referensi :

    Mahyuddin, Sosiologi Komunikasi : Dinamika Relasi Sosial di dalam Era Virtualitas,

Makassar: Penerbit Shofia, 2019. 

    Radiah AP, Sosiologi Komunikasi, Makassar: Alaudin University Press, 2012.

Comments

Popular posts from this blog

[Jurnalistik Media Massa] Teknik Penulisan Berita

Perubahan Sosial (Social Change)

Perilaku Kolektif dan Pengelompokan Manusia